Friday, November 4, 2011

kelebihan ayat KURSI..

Kenapa Tak Rogol Saya?
Kisah benar ini berlaku di US.

KENAPA TAK ROGOL SAYA???

Kisah benar ini berlaku di US.
Ia tentang seorang wanita dari Malaysia yang bekerja di US. Dia memakai tudung dan memiliki akhlak yang
bagus.

Suatu malam perempuan ini dalam
perjalanan balik ke rumah dari tempat kerjanya. Kebetulan dia mengambil jalan singkat untuk pulang. Jalan
yang diambil pula agak tersorok dan
tidak banyak orang yang lalu lalang pada masa itu.

Disebabkan hari yang agak sudah lewat,
berjalan di jalan yang agak gelap sebegitu membuatkan dia agak gelisah dan rasa
takut. Lebih-lebih lagi dia berjalan
bersaorangan.

Tiba-tiba dia nampak ada seorang lelaki (kulit putih Amerika) bersandar di dinding di tepi lorong
itu. Dia sudah mula rasa takut dan tak
sedap hati. Apa yang dia boleh buat waktu tu adalah berdoa ke hadrat Allah memohon keselamatan atas dirinya. Dia baca
ayat Kursi dengan penuh pengharapan agar
Allah membantu dia disaat itu.

Masa dia melepasi tempat lelaki itu
bersandar, dia sempat menoleh dan dapat mengecam muka lelaki itu. Nasib
baik lelaki itu buat tidak endah dan
perempuan ini selamat sampai ke
rumahnya.

Keesokkan paginya, wanita ini terbaca dalam akhbar yang seorang perempuan telah dirogol oleh seorang lelaki
yang tidak dikenali dekat lorong yang
dia jalan semalam hanya 10 minit selepas dia melintasi lorong tersebut. Muslimah ini yakin benar lelaki kulit putih
yang dia lihat semalam adalah perogol
itu.

Atas rasa tanggungjawab dia terus ke balai polis dan buat aduan. Wanita ni dapat mengenalpasti suspek
melalui kawad cam dan selepas siasatan
dilakukan, polis dapat bukti bahawa lelaki tersebut adalah perogol yang dicari.

Tapi perempuan ini hairan juga kenapa lelaki tadi tak jadikan dia mangsa ketika dia melalui lorong tersebut
walhal dia keseorangan di masa tu,
tetapi lelaki tadi rogol perempuan yang lalu selepas dia. Wanita ini nak
tahu sangat sebabnya. Jadi dia minta
kebenaran polis untuk bercakap dengan perogol
tadi sebelum hukuman dijatuhkan (sebelum lelaki tadi di bawa ke
tempat lain).

Dia pun tanya perogol itu..

“Why don’t you do anything to me on that
night even though you know that I’m alone?”
(Kenapa awak tak buat apa-apa kat saya
malam tu walaupun awak tau saya seorang je masa tu?)

Perogol tu jawab:

“No, you are not alone. That night I saw
two young man walking with you. One on your right side and the other one
was by your left side. If you were alone
of course you will be my victim.”
(Tak, awak bukan berseorangan. Malam tu
saya nampak ada 2 orang lelaki berjalan dengan
awak. Seorang sebelah kanan awak dan sorang lagi sebelah kiri awak.
Kalaulah awak sorang2 malam tu, sudah
pasti awak jadi mangsa saya..)

Wanita ni rasa amat terkejut bila dengar
penjelasan perogol tu. Dia bersyukur ke hadrat
Allah kerana memelihara dia malam itu, mungkin juga berkat ayat Kursi
yang dia baca malam itu.

p/s : MORAL CERITA INI???
Jika kita sebagai hambaNya menurut
segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya, Dia pastinya akan sentiasa dekat dengan kita dan
memelihara kita. Wanita tadi
pertama-tamanya menutup aurat di US dan memang seorang yang menjaga
batas-batas yang ditetapkan Islam.
Mungkin dua orang lelaki yang menemani wanita itu adalah malaikat yang diutuskan Allah untuk menjaga
hambaNya yang sentiasa ingat akan
diriNya.

"...Barang siapa membaca ayat Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya,Allah mewakilkan 2 orang Malaikat
memeliharanya hingga subuh. Barang siapa
yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya ..."
[Dari Abdullah bin ‘Amr r.a.]

Sebuah kisah benar yang sangat sangat menarik pada pandangan ku...
semoga kite semua mendapat pengajaran dan ilmu yang bermanfat...
sebagai hamba kita seharusnya percaya dengan kemampuan senjata orang mukmin iaitu DOA….

semoga kita sentiasa dipeliara Allah dari
kejahatan syaitan yang di rejam…….

Tuesday, November 1, 2011

Davichi - Don't Say Goodbye (English Translation)



First I saw your trembling lips

What are you trying to say? Oh you’re not being clear
I had a sad hunch like all the song lyrics
No way, it can’t be, it won’t be, oh it must not be
You’re leaving me already, your heart leaves
And your body leaves too
I don’t know how to retain you, someone please tell me

Tonight please just don’t say those words
Why do you leave me?
My heart hurts, my chest hurts, and my tears well up
We can’t say goodbye yet, don’t open those lips anymore
Don’t say goodbye to me

Your one cold word sank in
AS if the world will collapse, as if it had collapsed,
Oh just tears (tears)
If this moment now goes by, if this moment passes,
We’re done for good
I love you, don’t leave me who loves you to death

Tonight please just don’t say those words
Why do you leave me?
My heart hurts, my chest hurts, and my tears well up
We can’t say goodbye yet, don’t open those lips anymore
Don’t say goodbye to me

Don’t say it
I don’t know what breakup is, I’m just sad and sad
I have many stories, many memories, my heart is breaking
We can’t say goodbye yet, don’t open those lip s anymore
Don’t say goodbye to me, don’t’ say goodbye to me

Monday, October 31, 2011

Wish You Were Here-Avril Lavigne

I can be tough, I can be strong
But with you, it's not like that at all
There's a girl that gives a shit
Behind this wall, you just walk through it

And I remember all those crazy things you said
You left them running though my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

Damn, damn, damn
What I'd do to have you here, here, here
I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you near, near, near
I wish you were here

I love the way you are
It's who I am, don't have to try hard
We always say, say it like it is
And the truth is that I really miss

All those crazy things you said
You left them running though my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

Damn, damn, damn
What I'd do to have you here, here, here
I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you near, near, near
I wish you were here

No, I don't wanna let go, I just wanna let you know
That I never wanna let go, let go, oh, oh
No, I don't wanna let go, I just wanna let you know
That I never wanna let go, let go, let go, let go
Damn, damn, damn
What I'd do to have you here, here, here
I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you near, near, near
I wish you were here

Damn, damn, damn
What I'd do to have you here, here, here
I wish you were here
Damn, damn, damn
What I'd do to have you near, near, near
I wish you were here

Tuesday, October 25, 2011

manchester united vs manchester city (23/10/2011)

maafkan saya,,
saya tidak ada ALASAN MENGENAI ITU..

Saya terima seadanya kekalahan manutd kpd mancity..
hanya gambar di bawah ini,
dapat menceritakan keadaan dan perasaan,
terhadap kekalahan tersebut..
Tp, hati saya tetap glory2manutd..










tiada komen untuk semua ini..!!

TERIMA KASIH..!!

BY~ DADAN a.k.a HAMDAN HAQQIMI..



Who You Are..



I stare at my reflection in the mirror:

"Why am I doing this to myself?"
Losing my mind on a tiny error,
I nearly left the real me on the shelf.
Don't lose who you are in the blur of the stars!
Seeing is deceiving, dreaming is believing,
It's okay not to be okay.
Sometimes it's hard to follow your heart.
Tears don't mean you're losing, everybody's bruising,
Just be true to who you are!
Brushing my hair, do I look perfect?
I forgot what to do to fit the mold, yeah!
The more I try the less it's working, yeah
'Cause everything inside me screams

Don't lose who you are in the blur of the stars!
Seeing is deceiving, dreaming is believing,
It's okay not to be okay.
Sometimes it's hard to follow your heart.
But tears don't mean you're losing, everybody's bruising,
There's nothing wrong with who you are!

Yes, no's, egos, fake shows, like WHOA!
Just go, and leave me alone!
Real talk, real life, good love, goodnight,
With a smile, that's my home!
That's my home, no...

Don't lose who you are in the blur of the stars!
Seeing is deceiving, dreaming is believing,
It's okay not to be okay...
Sometimes it's hard to follow your heart.
Tears don't mean you're losing, everybody's bruising,
Just be true to who you are!


Tuesday, October 18, 2011

Mana Mak.??


Jam 6.30 petang.
Mak berdiri di depan pintu.
Wajah Mak kelihatan resah.
Mak tunggu adik bungsu balik dari sekolah agama.
Ayah baru balik dari sawah.

Ayah tanya Mak, “Along mana?’

Mak jawab, “Ada di dapur tolong siapkan makan.”

Ayah tanya Mak lagi,” Angah mana?”

Mak jawab, “Angah mandi, baru balik main bola.”

Ayah tanya Mak, “Ateh mana?”

Mak jawab, “Ateh, Kak Cik tengok tv dengan Alang di dalam?”

Ayah tanya lagi, “Adik dah balik?
Mak jawab, “Belum. Patutnya dah balik. Basikal adik rosak kot. Kejap lagi kalau tak balik juga jom kita pergi cari Adik.”

Mak jawab soalan ayah penuh yakin. Tiap-tiap hari ayah tanya soalan yang sama. Mak jawab penuh perhatian. Mak ambil berat di mana anak-anak Mak dan bagaimana keadaan anak-anak Mak setiap masa dan setiap ketika.

Dua puluh tahun kemudian

Jam 6.30 petang
Ayah balik ke rumah. Baju ayah basah. Hujan turun sejak tengahari.

Ayah tanya Along, “Mana Mak?”

Along sedang membelek-belek baju barunya. Along jawab, “Tak tahu.”

Ayah tanya Angah, “Mana Mak?”

Angah menonton tv. Angah jawab, “Mana Angah tahu.”

Ayah tanya Ateh, “Mana Mak?”

Ayah menunggu lama jawapan dari Ateh yang asyik membaca majalah.

Ayah tanya Ateh lagi, "Mana Mak?"

Ateh menjawab, “Entah.”

Ateh terus membaca majalah tanpa menoleh kepada Ayah.

Ayah tanya Alang, “Mana Mak?”

Alang tidak jawab. Alang hanya mengoncang bahu tanda tidak tahu.
Ayah tidak mahu tanya Kak Cik dan Adik yang sedang melayan facebook.
 Ayah tahu yang Ayah tidak akan dapat jawapan yang ayah mahu.
Tidak ada siapa tahu di mana Mak. Tidak ada siapa merasa ingin tahu di mana Mak. Mata dan hati anak-anak Mak tidak pada Mak. Hanya mata dan hati Ayah yang mencari-cari di mana Mak.
Tidak ada anak-anak Mak yang tahu setiap kali ayah bertanya, "Mana Mak?"

Tiba-tiba adik bungsu bersuara, “Mak ni dah senja-senja pun merayap lagi. Tak reti nak balik!!”

Tersentap hati Ayah mendengar kata-kata Adik.
Dulu anak-anak Mak akan berlari mendakap Mak apabila balik dari sekolah. Mereka akan tanya "Mana Mak?" apabila Mak tidak menunggu mereka di depan pintu.
Mereka akan tanya, "Mana Mak." Apabila dapat nombor 1 atau kaki melecet main bola di padang sekolah. Mak resah apabila anak-anak Mak lambat balik. Mak mahu tahu di mana semua anak-anaknya berada setiap waktu dan setiap ketika.

Sekarang anak-anak sudah besar. Sudah lama anak-anak Mak tidak bertanya 'Mana Mak?"
Semakin anak-anak Mak besar, soalan "Mana Mak?" semakin hilang dari bibir anak-anak Mak .

Ayah berdiri di depan pintu menunggu Mak. Ayah resah menunggu Mak kerana sudah senja sebegini Mak masih belum balik. Ayah risau kerana sejak akhir-akhir ini Mak selalu mengadu sakit lutut.

Dari jauh kelihatan sosok Mak berjalan memakai payung yang sudah uzur. Besi-besi payung tercacak keluar dari kainnya. Hujan masih belum berhenti. Mak menjinjit dua bungkusan plastik. Sudah kebiasaan bagi Mak, Mak akan bawa sesuatu untuk anak-anak Mak apabila pulang dari berjalan.

Sampai di halaman rumah Mak berhenti di depan deretan kereta anak-anak Mak. Mak buangkan daun-daun yang mengotori kereta anak-anak Mak. Mak usap bahagian depan kereta Ateh perlahan-lahan. Mak rasakan seperti mengusap kepala Ateh waktu Ateh kecil. Mak senyum. Kedua bibir Mak diketap repat. Senyum tertahan, hanya Ayah yang faham. Sekarang Mak tidak dapat lagi merasa mengusap kepala anak-anak seperti masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka sudah besar. Mak takut anak Mak akan menepis tangan Mak kalau Mak lakukannya.

Lima buah kereta milik anak-anak Mak berdiri megah. Kereta Ateh paling gah. Mak tidak tahu pun apa kehebatan kereta Ateh itu. Mak cuma suka warnanya. Kereta warna merah bata, warna kesukaan Mak. Mak belum merasa naik kereta anak Mak yang ini.

Baju mak basah kena hujan. Ayah tutupkan payung mak. Mak bagi salam. Salam Mak tidak berjawab. Terketar-ketar lutut Mak melangkah anak tangga. Ayah pimpin Mak masuk ke rumah. Lutut Mak sakit lagi.

Mak letakkan bungkusan di atas meja. Sebungkus rebung dan sebungkus kueh koci pemberian Mak Uda untuk anak-anak Mak. Mak Uda tahu anak-anak Mak suka makan kueh koci dan Mak malu untuk meminta untuk bawa balik. Namun raut wajah Mak sudah cukup membuat Mak Uda faham.

Semasa menerima bungkusan kueh koci dari Mak Uda tadi, Mak sempat berkata kepada Mak Uda, "Wah berebutlah budak-budak tu nanti nampak kueh koci kamu ni."

Sekurang-kurangnya itulah bayangan Mak. Mak bayangkan anak-anak Mak sedang gembira menikmati kueh koci sebagimana masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka berebut dan Mak jadi hakim pembuat keputusan muktamat. Sering kali Mak akan beri bahagian Mak supaya anak-anak Mak puas makan. Bayangan itu sering singgah di kepala Mak.

Ayah suruh Mak tukar baju yang basah itu. Mak akur.
Selepas Mak tukar baju, Ayah iring Mak ke dapur. Mak ajak anak-anak Mak makan kueh koci. Tidak seorang pun yang menoleh kepada Mak. Mata dan hati anak-anak Mak sudah bukan pada Mak lagi.


Mak hanya tunduk, akur dengan keadaan.
Ayah tahu Mak sudah tidak boleh mengharapkan anak-anak melompat-lompat gembira dan berlari mendakapnya seperti dulu.
Ayah temankan Mak makan. Mak menyuap nasi perlahan-lahan, masih mengharapkan anak-anak Mak akan makan bersama. Setiap hari Mak berharap begitu. Hanya Ayah yang duduk bersama Mak di meja makan setiap malam.

Ayah tahu Mak penat sebab berjalan jauh. Siang tadi Mak pergi ke rumah Mak Uda di kampung seberang untuk mencari rebung. Mak hendak masak rebung masak lemak cili api dengan ikan masin kesukaan anak-anak Mak.

Ayah tanya Mak kenapa Mak tidak telepon suruh anak-anak jemput. Mak jawab, "Saya dah suruh Uda telepon budak-budak ni tadi. Tapi Uda kata semua tak berangkat."
Mak minta Mak Uda telepon anak-anak yang Mak tidak boleh berjalan balik sebab hujan. Lutut Mak akan sakit kalau sejuk. Ada sedikit harapan di hati Mak agar salah seorang anak Mak akan menjemput Mak dengan kereta. Mak teringin kalau Ateh yang datang menjemput Mak dengan kereta barunya. Tidak ada siapa yang datang jemput Mak.

Mak tahu anak-anak mak tidak sedar telepon berbunyi. Mak ingat kata-kata ayah, “Kita tak usah susahkan anak-anak. Selagi kita mampu kita buat saja sendiri apa-apa pun. Mereka ada kehidupan masing-masing. Tak payah sedih-sedih. Maafkan sajalah anak-anak kita. Tak apalah kalau tak merasa menaiki kereta mereka sekarang. Nanti kalau kita mati kita masih ada peluang merasa anak-anak mengangkat kita kat bahu mereka.”

Mak faham buah hati Mak semua sudah besar. Along dan Angah sudah beristeri. Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik masing-masing sudah punya buah hati sendiri yang sudah mengambil tempat Mak di hati anak-anak Mak.

Pada suapan terakhir, setitik air mata Mak jatuh ke pinggan.
Kueh koci masih belum diusik oleh anak-anak Mak.

Beberapa tahun kemudian

Mak Uda tanya Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik, “Mana mak?”.

Hanya Adik yang jawab, “Mak dah tak ada.”

Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik tidak sempat melihat Mak waktu Mak sakit.

Kini Mak sudah berada di sisi Tuhannya bukan di sisi anak-anak Mak lagi.

Dalam isakan tangis, Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik menerpa kubur Mak. Hanya batu nisan yang berdiri terpacak. Batu nisan Mak tidak boleh bersuara. Batu nisan tidak ada tangan macam tangan Mak yang selalu memeluk erat anak-anaknya apabila anak-anak datang menerpa Mak semasa anak-anak Mak kecil dulu.

Mak pergi semasa Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik berada jauh di bandar. Kata Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik mereka tidak dengar handphone berbunyi semasa ayah telepon untuk beritahu mak sakit tenat.

Mak faham, mata dan telinga anak-anak Mak adalah untuk orang lain bukan untuk Mak.

Hati anak-anak Mak bukan milik Mak lagi. Hanya hati Mak yang tidak pernah diberikan kepada sesiapa, hanya untuk anak-anak Mak..

Mak tidak sempat merasa diangkat di atas bahu anak-anak Mak. Hanya bahu ayah yang sempat mengangkat jenazah Mak dalam hujan renyai.

Ayah sedih sebab tiada lagi suara Mak yang akan menjawab soalan Ayah,

"Mana Along?" , "Mana Angah?", "Mana Ateh?", "Mana Alang?", "Mana Kak Cik?" atau "Mana Adik?". Hanya Mak saja yang rajin menjawab soalan ayah itu dan jawapan Mak memang tidak pernah silap. Mak sentiasa yakin dengan jawapannya sebab mak ambil tahu di mana anak-anaknya berada pada setiap waktu dan setiap ketika. Anak-anak Mak sentiasa di hati Mak tetapi hati anak-anak Mak ada orang lain yang mengisinya.

Ayah sedih. Di tepi kubur Mak, Ayah bermonolog sendiri, "Mulai hari ini tidak perlu bertanya lagi kepada Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik , "Mana mak?" "

Kereta merah Ateh bergerak perlahan membawa Ayah pulang. Along, Angah, Alang dan Adik mengikut dari belakang. Hati ayah hancur teringat hajat Mak untuk naik kereta merah Ateh tidak kesampaian. Ayah terbayang kata-kata Mak malam itu, "Cantiknya kereta Ateh, kan Bang? Besok-besok Ateh bawalah kita jalan-jalan kat Kuala Lumpur tu. Saya akan buat kueh koci buat bekal."

"Ayah, ayah....bangun." Suara Ateh memanggil ayah. Ayah pengsan sewaktu turun dari kereta Ateh..

Terketar-ketar ayah bersuara, "Mana Mak?"

Ayah tidak mampu berhenti menanya soalan itu. Sudah 10 tahun Mak pergi namun soalan "Mana Mak?" masih sering keluar dari mulut Ayah sehingga ke akhir usia.


Sebuah cerita pendek buat tatapan anak-anak. Kata orang hidup seorang ibu waktu muda dilambung resah, apabila tua dilambung rasa. Kata Rasulullah saw. ibu 3 kali lebih utama dari ayah. Bayangkanlah berapa kali ibu lebih utama dari isteri, pekerjaan dan anak-anak sebenarnya. Solat sunat pun Allah suruh berhenti apabila ibu memanggil. Berapa kerapkah kita membiarkan deringan telepon panggilan dari ibu tanpa berjawab?


Sunday, October 16, 2011

Warkah Untuk Ibu

Terdetik diriku tersungkur

Kau juang menyambut gagahan tanganku

Akanku abadikan pengorbanan cintamu padaku

Sentiasaku berdoa memanjatkan syukur

Tuhan tunjukkan padanya cintaku

Tempatkan dia di syurgaMu

Penuh dengan rahmatMu

 Sungguh ku tak mampu membalas cintanya

Tuhan damaikan hidup dan matinya

terdetik tika kau terluka

Kau simpan tangisan di dalam hatimu

Maafkanlah semua kesilapan

Yang telah aku lakukan

Takkan ku persiakan segala harapan

Tuhan tunjukkan padanya cintaku

Tempatkan dia di syurgaMu

Penuh dengan rahmatMu

Sungguh ku tak mampu membalas cintanya

tuhan damaikan hidup dan matinya

Friday, September 30, 2011

Cinta, Sayang, Minat Dan Suka


Cinta~


Kita memang mengharapkan dia menjadi milik kita.
Segala apa yang kita buat, kalau buleh nak dia tahu..
dan kita sebuleh mungkin tak nak sakitkan hati dia.
kita akan sentiasa berfikir tentang dirinya.
(dalam erti lain : cinta di tujukan kepada seseorang yg kita selalu ingat dan mimpi.. 
Tanpanya kita akan rasa sunyi dan kita cintakan sepenuh jiwa dengan ha...ti yg ikhlas kepadanya walaupun dia buat tak tau je)


Sayang

Kita memerlukan dia di masa kita mahukan seseorang untuk berkongsi rahsia dan kisah duka kita.
selalunya kita akan sayangkan seseorang yang menjadi TELINGA kepada masalah kita.
(dalam erti lain : sayang di tujukan kepada seseorang yang boleh membuangkan masa dia untuk mendengar dan memeningkan kepalanya dgn masalah kita dan kita jugak boleh menyakitkan hati dia kerana kita bukannya cinta kepadanya)


Suka~

Kita sukakan dia kerana dia kelakar.
Dia happy-go-lucky.
Bila bersama dengan dia, kita rasa nak tergelak sampai nak pecah perut.
Tapi, kita taklah rindu sangat kat dia bila tak berjumpa seminggu…
(dalam erti lain : suka di tujukan kepada seseorang yang boleh menjadi pelawak kepada kita.
Kita akan suruh dia diam sekirangnya keng kita dah nak pecah…)


Minat~

Apa sesuatu pada dirinya yang menarik kita untuk mendekatinya.
(dalam erti lain : minat ditujukan kepada seseorang yang ada sifat, peribadi atau barang yang kita mahukan… )


Tetapi kita kena ingat bahawa tanpa minat ,
suka dan sayang kita tidak akan CINTA pada seseorang itu…




jadi, 
renung- renungkanlah..!!
dan..
fikir-fikirkanlah..!!



Friday, September 23, 2011

Someone Like YOU..


I heard that you're settled down
That you found a girl and you're married now.
I heard that your dreams came true.
Guess she gave you things I didn't give to you.

Old friend, why are you so shy?
Ain't like you to hold back or hide from the light.

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I beg
"I'll remember", you said,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead,
Yeah.

You know how the time flies
Only yesterday it was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over, yeah.

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I beg
"I'll remember", you said,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known how bittersweet this would taste?

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I beg
"I'll remember", you said,
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead.

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I beg
"I'll remember", you said,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead. 




Thursday, September 22, 2011

Suria kLcc DAN kL sentral..


         

semalam (21/09/2011)..
saya dan muhammad suhaimi atau lebih dikenali EMI..
telah pergi merayau-rayau ke "kotaraya"..
perkara sebenarnya ini adalah tidak dirancang oleh saya..
perkara ini telah dirancang oleh EMI dan TEMAN WANITANYA..
untuk HANG-OUT bersama..
tetapi boleh la kot wujudnya statement,
"HAMDAN HAQQIMI ADALAH PENYIBUK"..??


kami bertolak selepas maghrib..
dan menaiki tren KTM di NILAI..
bak kata EMI "( ITU JE YANG PALING DEKAT..)"


dan alhamdulillah,
kami sampai dengan selamat selepas 45 minit kemudian..
di KL sentral..


sampainya kami di KL sentral,
tiba-tiba, salah seorang daripada kami menukar fikiran..
untuk ke SURIA KLCC..


DI SURIA KLCC,
GELAK PUNYA PANJANG..
KETAWA PUNYA PANJANG..
AMBIL MASA MAKAN PUN PUNYA PANJANG..

akhirnya,
tibalah masa untuk balik..
iaitu pada pukul 10.30 MALAM..
dan ALHAMDULILLAH,
kami semua selamat sampai ke rumah,
tepat pada pukul 1 pagi (22/09/2011)..


p/s~ terima kasih diajukan kepada MUHAMMAD SUHAIMI,
kerana telah BELANJA HAMDAN HAQQIMI,
dari awal sampai hinggalah keakhirnya..

maaf, jika hamdan haqqimi mengacau kamu berdua tengah DATE..
=)

Tuesday, September 20, 2011

Johny English ReBorn..


semalam (19/09/2011)..
saya dan harizzuddin b kamaruzaman, telah pergi menonton JOHNY ENGLISH REBORN..

cerita itu boleh di katakan komedi kelakar & komedi gila..
boleh dikatakan dari awal ceritanya hinggalah ke-akhirnya,
asyik mendengar orang/penonton wayang ketawa..

Memang BEST dan GILA best..


tapi, semalam terfikir pula,
jikalah ENCIK KACANG ( MR. BEAN )..
BERSARA daripada bidang lakonan..
BERSARA daripada KEGILAAN DIA..
macam manalah..??






LAUGH AT THE FACE OF DANGER..


Sunday, September 18, 2011

Jamuan @ Rumah Terbuka..


pada 16/09/2011 ( jumaat )..
di taman meranti indah, jalan no. 7, rumah bernombor 9..
telah mengadakan majlis rumah terbuka dan jamuan hari jadi ke tujuh (HANIF MUSTAQIM..)


SYUKUR ALHAMDULILLAH ke-atas ILLAHI..
semuanya telah berjalan dengan lancar dan sempurna..


saya dan seluruh ahli keluarga..
ingin merakamkan jutaan TERIMA KASIH..
kepada TETAMU YANG TELAH HADIR..

assalammualaikum.. =)